Pada tahun 2005, Forrest Griffin dan Stephan Bonnar bertarung dalam final "The Ultimate Fighter 1" yang dianggap sebagai salah satu pertandingan paling berpengaruh dalam sejarah UFC. Pertarungan epik ini tidak hanya mengubah karier kedua petarung, tetapi juga membantu UFC mendapatkan pengakuan luas dan menarik lebih banyak penggemar.
Kemenangan Anderson Silva atas Rich Franklin pada UFC 64 tahun 2006 menjadi tonggak penting lainnya. Silva mendominasi divisi kelas menengah dengan serangkaian kemenangan spektakuler, menjadikannya salah satu juara terlama dalam sejarah UFC. Keahliannya dalam striking dan kelincahannya membuatnya dikenal sebagai salah satu petarung terbaik sepanjang masa.
Pertarungan UFC 100 pada tahun 2009 juga menjadi momen penting, menandai popularitas UFC yang semakin meningkat. Brock Lesnar mengalahkan Frank Mir dalam laga utama, sementara Georges St-Pierre mempertahankan gelar kelas welternya melawan Thiago Alves. UFC 100 memperlihatkan betapa besar dan globalnya pengaruh UFC saat itu.
Pada tahun 2015, Ronda Rousey menciptakan sejarah dengan menjadi bintang wanita pertama yang menarik perhatian global di UFC. Kemenangannya yang cepat atas Cat Zingano pada UFC 184 mengukuhkan posisinya sebagai salah satu petarung wanita paling dominan dan mempopulerkan MMA wanita.
Conor McGregor menciptakan momen bersejarah lainnya pada UFC 194, ketika ia mengalahkan José Aldo hanya dalam 13 detik untuk merebut gelar juara kelas bulu. Kemenangan kilat ini menjadikannya salah satu bintang terbesar di UFC, serta memulai era dominasi McGregor dalam olahraga ini.
UFC 205 pada tahun 2016 juga menjadi sorotan, di mana McGregor menjadi petarung pertama dalam sejarah UFC yang memegang dua gelar juara di dua divisi berbeda secara bersamaan. Pertarungannya melawan Eddie Alvarez di Madison Square Garden adalah momen yang merayakan pencapaian luar biasa dalam karier McGregor.
Di tahun 2020, UFC menciptakan sejarah lagi dengan mengadakan "Fight Island" di Abu Dhabi di tengah pandemi COVID-19. Inisiatif ini memungkinkan UFC untuk melanjutkan acara dengan protokol kesehatan yang ketat, dan menunjukkan ketahanan UFC dalam menghadapi tantangan global.
Pertarungan antara Kamaru Usman dan Colby Covington pada UFC 245 juga menjadi salah satu momen bersejarah, di mana Usman mempertahankan gelar juara kelas welter setelah pertarungan yang sangat sengit. Kemenangan ini memperkuat posisinya sebagai salah satu juara terkuat di UFC.
Momen-momen ini menunjukkan bagaimana UFC terus berkembang dan menciptakan sejarah baru, mengukuhkan posisinya sebagai organisasi MMA terbesar di dunia. Dengan semakin banyaknya bakat-bakat baru dan pertarungan epik, UFC akan terus menjadi sumber momen bersejarah dalam dunia olahraga.




